Aku kurang mengerti
Apa yang tersirat dalam sanubari
Tidak kuduga jadi begini
Luluh lagi hatiku ini
Walau bayu berpuput lembut
Salam unggas tidak ku sambut
Sinar suria kurasakan silau
Suara manusia yang meracau
Bisa membuat jiwaku kacau
Andai kau bukan untukku,
Mengapa kau tiupkan semangat di wajahku?
Andai kau bukan untukku,
Mengapa kau beri kekuatan untuk diriku?
Andai kau bukan untukku,
Mengapa kau prihatin dengan lara hidupku?
Andai kau bukan untukku,
Mengapa kau sudi membalut lukaku?
Andai kau bukan untukku,
Mengapa kau hadir ketika aku di situ?
Andai kau bukan untukku,
Mengapa kau sahut panggilan hatiku?
Kini kau biar aku bingung termangu
Adakah aku salah tanggapan
Apakah aku silap perhitungan
Inikah namanya suratan
Atau itukah yang dipanggil kebetulan
Hanya sekadar kepalsuan
Dan bukannya harapan
Oh ...Inikah kesudahan?
Berakhirnya kebahagiaan
Mungkin juga dugaan
Di sepanjang liku kehidupan
Semoga tabah dengan cabaran
Yang mungkin lebih menggugat perasaan
Hatiku dirobek lagi
Parut lama berdarah kembali
Siapakah harus ku tuju kali ini?
Sudah tentu pada Ilahi
Hanya Dia kuadukan isi hati
Selain dari berwudhuk dan mengaji@>- @>- @>- @>- @>- @>- @>-
No comments:
Post a Comment